Purwokerto, Kab. Banyumas – Semangat kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia terasa begitu nyata di Sabtu malam 17 Agustus 2025. Jam 20.00 WIB. Sebanyak 21 alumni terbaik SMK Wiworotomo Purwokerto, yang terdiri dari 20 pria dan 1 wanita, memulai “perjuangan” baru mereka. Didampingi orang tua, kerabat, dan teman-teman, mereka diberangkatkan dari SMK Wiworotomo Purwokerto untuk bekerja di sebuah perusahaan di Cikarang.
Pemberangkatan rombongan calon tenaga kerja (canaker) ini menjadi momen haru sekaligus membanggakan. Ke-21 alumni ini diberangkatkan dengan armada bus dari Putra Zabdan Trans, sebuah perusahaan transportasi yang kebetulan juga milik alumni SMK Wiworotomo, Sigit Purnomo. Kehadiran Sigit seolah menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan para alumni lainnya sudah menunggu.
Dalam sambutannya, Bapak Kepala SMK Wiworotomo menyampaikan rasa syukur tak terhingga. “Alhamdulillah, ini adalah rombongan ketiga kalinya alumni kita bekerja di tempat yang sama, setelah sebelumnya 8 dan 15 anak,” ujarnya. “Semoga mereka sukses dan membawa nama baik sekolah.”
Senada dengan itu, Bapak Pairan, ST., selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Industri (Hubin), mengingatkan para alumni bahwa ini adalah titik awal perjuangan mereka. “Berangkat di malam 17 Agustus 2025 ini, ibarat kata semangat berkobar untuk menuju medan laga untuk merdeka. Harapannya, kalian semua akan meraih sukses,” tuturnya penuh semangat.
Tak hanya rombongan ke Cikarang, BKK SMK Wiworotomo juga berhasil melaksanakn proses Recruitment bertempat di SMK Wiworotomo Purwokerto khusus untuk alumninya, mengantarkan 21 alumni lolos di PT. Vendor Astra Group di Jakarta pada 13 Agustus 2025 lalu. Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas lulusan SMK Wiworotomo yang sangat kompetitif di dunia kerja.
Sebelum berangkat, suasana haru terasa saat para alumni berkumpul untuk berfoto bersama dan berdoa untuk kelancaran perjalanan dan kesuksesan masa depan. Momen puncak adalah ketika mereka sungkem kepada Bapak Kepala Sekolah untuk memohon doa restu, dilanjutkan dengan sungkem kepada orang tua masing-masing.
Muhammad Iqbal Muis, salah satu alumni yang akan berangkat, dengan suara terbata-bata menyampaikan terima kasihnya kepada pihak sekolah dan BKK atas kesempatan yang diberikan. “Terima kasih banyak, Pak, Bu, atas kesempatan ini. Mohon doa restu agar kami bisa meniti karier dan sukses di perantauan,” ucapnya haru, yang disambut pelukan hangat dari kedua orang tuanya.
Pemberangkatan ini bukan hanya sekadar perjalanan, melainkan sebuah simbol perjuangan dan harapan. Para alumni muda ini kini siap melangkah, membawa semangat kemerdekaan, untuk mengukir kisah sukses mereka sendiri. (ND01Z)








